Di dalam
Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, sudah jelaskan bagaiman paradigma orang
Kristen terhadap homoseksualitas, gay, dan juga lesbian. Alkitab secara tegas
menunjukkan bahwa homoseksualitas adalah
dosa, tetapi Alkitab tidak menyatakan bahwa para pelakunya – dalam hal ini
biasa disebut gay dan lesbian – bebas diperlakukan dalam ketidakadilan seperti
yang terjadi akhir-akhir ini. Tuhan Yesus membeci dosa homoseksualitas, sama
seperti Dia membenci dosa-dosa yang lain, tetapi Dia tetap mengasihi mereka
yang terlibat di dalam-Nya. Tuhan mau para gay dan lesbian ini diperlakukan
dalam kasih sama halnya seperti disupport untuk berhenti, sehingga mereka dapat
bertobat dan dipulihkan dan dapat kembali kejalan yang benar.
Perhatikan
hal ini sekali lagi, keKristenan
membenci dan memusuhi dosa homoseksualitas, tetapi mengasihi gay dan lesbian
dalam kasih Kristus, sehingga mereka dapat dibawa kembali dari dosa-dosa
itu dan disadarkan kepada kemurnian seksualitas yang sebenarnya. Meskipun gay
dan lesbian berdosa dengan orientasi homoseksualitasnya, adalah tidak benar jika kita bebas melakukan
tindakan kekerasan dan penganiayaan kepada mereka. Yang harus dilakukan
adalah menyadarkan mereka dan membawa mereka kepada pertobatan di dalam Tuhan
Yesus.
Terdapat
dalam Alkitab :
·
Karena
itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran,
sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka … kepada hawa nafsu yang
memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar
dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang
wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang
terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan
laki-laki … (Roma 1:24-27)
·
Janganlah
engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena
itu suatu kekejian. (Imamat 18:22)
·
Bila
seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan
perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian Tuhan tidak pernah menciptakan
seseorang dengan keinginan homoseks. Alkitab memberitahu kita bahwa seseorang
menjadi homoseks karena dosa (Roma 1:24-27)
·
Tetapi
Alkitab tidak menggambarkan homoseksualitas sebagai dosa yang “lebih besar”
dibanding dosa-dosa lainnya. Semua dosa adalah kekejian dan tidak menyenangkan
Tuhan. Homoseksualitas hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang
dicantumkan dalam 1 Korintus 6:9-10 yang menghalangi seseorang dari Kerajaan
Allah. Menurut Alkitab, pengampunan Allah tersedia bagi kaum homoseks, sama
seperti bagi orang yang berzinah, penyembah berhala, pembunuh, pencuri, dll.
Allah juga menjanjikan kekuatan untuk menang terhadap dosa, termasuk
homoseksualitas, kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus untuk
keselamatan mereka.… (Imamat 20:13)
Salah satu
fenomena sosial yang terjadi di jaman sekarang ini adalah munculnya dorongan
yang kuat dari kelompok homoseks untuk menuntut persamaan hak dan keadilan bagi
mereka. Sekarang, mengakui bahwa dirinya adalah gay adalah lesbian bukanlah hal
yang terlalu tabu. Sehingga mereka juga merasa mempunyai hak asasi yang sama
bahkan juga di dalam lembaga pernikahan.
Di sinilah
gereja dan keKristenan harus membuat keputusan yang tegas. Jikalau Alkitab
dengan jelas mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa, maka gereja pun juga
tidak boleh memberikan izin bagi lembaga pernikahan sesama jenis. Ini bukan
tentang hak asasi manusia, tetapi tentang otoritas tertinggi yang dipercayai
oleh gereja, yaitu Alkitab sendiri.
Gereja harus
memperhatikan dengan seksama masalah homoseksualitas ini secara jujur dan
realistik dalam kasih dan pengertian. Tuhan jelas tidak menginginkan seorang
pun terikat oleh homoseksualitas. Kasih karunia-Nya cukup untuk memberikan
kemenangan bagi mereka yang sedia menaklukkan masalah ini kepada-Nya. Gereja
perlu mengambil prakarsa memberitakan pesan yang menimbulkan harapan ini kepada
kaum gay dan lesbian.
Jadi sebisa
mungkin jika ada orang disektiar kalian menjadi homoseksualitas jangan kucilkan
atau pojokan tapi yakinkan mereka untuk memilih pasangan sesuai apa yang
tertera dalam Alkitab, ajak mereka untuk lebih memikirkan hidup mereka bila
mereka jatuh dalam homoseksualitas.
Okeiy buat
semua sahabatku yang terkasihi, mencintai seseorang itu boleh, mempunyai rasa
untuk memiliki pun boleh tetapi jangan samoai melanggar isi Alkitab dan jangan
mendukakan hati Tuhan ya.
Tuhan Yesus
Memberkati.