Minggu, 29 November 2015

Bersyukur Tidaklah Sulit Bukan?

Saya akan sedikit berbagi cerita mengenai seorang bapak yang saya jumpai disungai daerah banjir kanal. Awalnya saya tidak begitu merespon pekerjaan bapak ini, hingga pada ahkirnya saya sangat tetarik dengan kisah hidup bapak ini karena ketegarannya dalam mengais rejeki.



Beliau adalah bapak Samin berusia 45 tahun memiliki 4 orang anak yang hanya mampu beliau sekolah kan hingga Sekolah Dasar saja, dikampung kelahirannya diLosari Brebes menuruk beliau sangat kurang untuk membuat beliau mampu menghidupi keluarganya hingga ahkirnya beliau merantau dan bekerja sebagai ojek perahu di Sungai Banjir Kanal beserta istri dan anak tertuanya.

Pada awal kedatangannya diSemarang pada tahun 1982 perekonomiannya masih sangat terbantu oleh karena pada saat itu jembatan masih sangat sedikit dan kendaraan yang masih jarang, tapi sekarang pendapatannya yang tak seberapa ini yang hanya Rp 1000 rupiah untuk sekali menyebrang tak mampu menopang perekonomian beliau lagi.




Beliau hanya mampu hidup diatas perahu yang biasa beliau gunakaan untuk jasa ojek perahu, minum dan mandi pun beliau dan keluarga masih menumpang dimasjid terdekat.

Yang perlu dipelajari dari beliau adalah, beliau tidak pernah mengeluh dan mengharapkan bantuan dari seseorang, beliau tetap menjalani harinya dengan senyuman dan tanpa memikirkan bagaiman beliau dapat memperoleh sesuap nasi untuk keluarganya, beliau hanya percaya Tuhan lah berskenario dalam segala kehidupannya.

Maka dari itulah jangan pernah menutup mata untuk melihat orang - orang yang berada dibawah kita, kita membutuhkan kesadaran kita untuk melihat kebawah agar kita mampu bersyukur. Saat Tuhan mengabulkan apa yang kamu minta apakah kamu tetap menutup mata untuk melihat mereka yang tak seberuntung kamu tetapi mereka tetap bisa bersyukur?

- TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. ~ Mazmur 28:7
- Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi! ~ Mazmur 52:9


Sabtu, 28 November 2015

Menolong Sesama Dapat Menolong Dirimu Sendiri




Pada gambar dibawah ini terhilat jelas bahwa menolong bukan hanya dengan orang yang beragama sama saja dengan kita, tetapi menolong itu dapat tertuju kepada siapapun umat manusia yang membutuhkan pertolongan kita.


Foto menolong sesama.

Menolong adalah wujud nyata dari perbuatan manusia yang dalam segala kepercayaan di wajibkan untuk melaksaannya. Kita umat manusia tidak akan pernah bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain karna pada dasarnya manusia adalah maklum sosial.Tanpa bantuan orang lain manusia pun tidak akan bisa hidup sebagai mana manusia biasa. 

Jika menolong itu sudah menjadi hal biasa yang sudah diajarkan dan dilakukan selagi manusia masih kecil kenapa terkadang kita masih memiliki hati sekeras batu, hingga mengabaikan orang yang membutuhkan pertolongan kita?
Kenapa di era yang semakin maju ini manusia menjadi semakin egois sehingga merak lebih memikirkan diri mereka sendiri ketimbang orang lain. Dan kepercayaan beragama pun semakin menjadi pemisah diantara kami semua dalam berbagai aspek kehidupan ya, salah satu contohnya itu adalah memberi pertolonga. Masih banyak orang yang masih beranggapan bahwa menolong ya hanya yang beragama sama saja dengan saya kenapa harus dengan mereka yang bukan menyembah Tuhan ?

Tolong hilangkan jauh - jauh pikiran anda tentang opini tersebut, dengan menolong sesama umat manusia pun kita dapat mendapatkan tabungan untuk kelak kita disurga kenapa masih berpikir seegois itu?

 “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 
Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita..” (Roma 12:4-6). 
Ini adalah nasihat penting agar kita tetap sadar bahwa kita adalah bagian dari tubuh Kristus yang merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari saudara-saudara seiman lainnya. 
Selain itu Tuhan juga mengingatkan bahwa kita harus saling mengasihi, karena Tuhan sendiri begitu mengasihi kita. (1 Yohanes 4:11).
Kepedulian adalah merupakan bagian dari kasih yang seharusnya memenuhi hati orang percaya. Beban yang ditanggung manusia sesungguhnya tidak ringan dan lama kelamaan mampu membuat iman kita memudar. Orang bisa hilang pengharapan jika didera masalah terus menerus. Karena itu kita diwajibkan untuk saling tolong menolong, dan dengan demikian dikatakan itu artinya kita memenuhi perintah Yesus. “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2).

Maka mulailah dari sekarang untuk menolong sesama tanpa memikirkan apa agama mereka, apa status mereka, apa suku mereka, menolong itu berdasarkan ketulusan hati, bukan keinginan hati.

Terimakasih, Tuhan Yesus Memberkati